Subhanallah, Masjid DI Kathmandu ini masih tetap berdiri Walau Gempa Nepal Menghancurkan semuanya

Posted On // 1 comment

Allahumma, dalam bencana gempa dahsyat yang mengguncang Nepal 26 April lalu, terdapat beberapa masjid yang tidak terkena dampak kerusakan. Salah satunya adalah Masjid Jami di Bag Bazaar, Ibu Kota Kathmandu. Tidak ada dinding terkelupas atau bahkan retak. Aktivitas di sekitar area masjid pun sangat ramai. Pertokoan mulai dibuka, walau madrasah masih tutup.

“Kami bersyukur, ini semua karena kuasa Allah,” ujar anggota takmir Masjid Jami Nepal Mohammad Rizwan kepada merdeka.com kemarin, Senin (4/5/2015).

Rizwan menjelaskan bahwa bangunan Masjid Jami Nepal relatif lebih baru. Renovasi besar masjid ini terakhir dilakukan pada 1995.

Jama'ah shalat di dalam Masjid Nepal, dok. Panda SuryaWijaya

Di tempat lain yang hanya berjarak 600 meter, ada juga Masjid Khasmiri Taqiya, dekat Universitas Tri Chandra. Alhamdulillah, Masjid itupun tidak mengalami kerusakan apapun. Padahal tempat ibadah itu sudah dibangun sejak 1524 Masehi.

“Ada beberapa masjid di seputaran Kathmandu. Sebagian besar berusia lebih dari 100 tahun dan tidak ada yang rusak,” kata Rizwan.

Di Lalitpur, Masjid Jami masih berdiri tegak. Demikian pula masjid di Kota Bharatpur, Distrik Chitwan.

Merujuk sensus terakhir, ada 1,1 juta penganut ajaran Islam di Nepal, urutan ketiga setelah Hindu dan Buddha. Itu mencakup sekitar 10 persen total populasi di negara lereng Pegunungan Himalaya tersebut. Kebanyakan adalah warga India keturunan etnis urdu.

Rizwan menyatakan setelah gempa 7,8 skala richter melanda pada 25 April lalu, takmir seluruh masjid langsung berkumpul. Mereka mencari info adakah warga muslim yang jadi korban. Ternyata di seputar Kathmandu hanya ada dua warga tewas dan belasan cedera. Tapi mayoritas keluarga muslim selamat.

Oleh sebab itu, kini Masjid Jami menjadi pusat pengiriman bantuan logistik untuk korban lindu. Mayoritas adalah beras, air bersih, dan makanan siap saji. Tiga truk hilir mudik mengangkut logistik sepanjang kunjungan merdeka.com.

“Ini bantuan yang datang dari komunitas muslim Nepal. Kami mengirim ke manapun warga membutuhkan,” kata Rizwan.

Pria 40 tahun ini pun mengkritik derasnya bantuan gempa Nepal, tapi mengedepankan bendera lembaga masing-masing. Dia menyatakan bantuan masjid jami bahkan tidak ditempeli stiker.

“Kami tidak memotret bantuan, kami yakin Allah telah mencatatnya,” pungkasnya.

(arrahma/dakwahmedia)



from Dakwah Media http://ift.tt/1KJmrQ6
via IFTTT
[Read more]

Caisar YKS : Karena Hidayah Itu Dikejar

Posted On // 1 comment

Masih ingatkah dengan Goyang Caisar? Goyang ini sempat menjadi tren setelah ditayangkan rutin setiap harinya. Namun kini, goyang tersebut sudah tidak muncul lagi di layar kaca. Caisar Putra Aditya atau yang akrab disapa Caisar ‘Yuk Keep Smile’ telah merubah haluan hidupnya.

Mengenakan kemeja coklat, peci, dengan janggut di dagu, ia berbagi pengalaman yang dijalaninya bersama peserta Yuk Kita Sholeh yang diselenggarakan oleh Dewan Keluarga Masjid Universitas Padjadjaran (DKM UNPAD). Caisar mengaku perubahan berawal dari kesadarannya bahwa hidup di dunia hanya sementara.

“Saya berubah karena hidayah. Hidayah yang menghantarkan saya akhirnya berpikir ulang tentang semua yang telah saya lalui,” ujar Caisar pada Sabtu (2/5) di Masjid Aljihad Dipati Ukur, Bandung.

Lebih lanjut, Caisar menyatakan perubahannya itu tidak lepas dari peran istrinya, Indadari Mindrayanti. Sang istri memilih menutupi aurat secara keseluruhan dan setia mengajak untuk lebih taat kepada-Nya.

“Istri-lah yang menjadi perantara saya untuk berubah mendekat kepada-Nya,” aku Caisar.

Selain Caisar, acara berbentuk talkshow ini juga mengundang Ustadz Fatih Karim (CEO Cinta Quran) yang mendampingi proses perubahan Caisar. Ustadz Fatih Karim tidak percaya pertemuan pertama kali saat kajian keislaman di salah satu Bank di Jakarta, mampu menggandeng Caisar untuk menjadi Muslim yang lebih taat.

“Jangankan dia (Caisar-red), saya saja tidak percaya. Namun tidak ada yang tidak mungkin. Ketika niat kita lurus hanya karena Allah, insyaAllah hijrah bukan sesuatu hal yang mustahil,” jelas Fatih.

Pengalaman adalah ilmu yang berhak diberikan kepada yang lain karena hidayah itu tidak datang begitu saja, namun dikejar

Acara yang dimoderatori oleh Muhammad Mursyid (Aktivis DKM Unpad) ini makin hangat saat sesi diskusi dengan peserta dibuka. Salah satunya, Eci (mahasiswi UNPAD) menanyakan tantangan Caisar saat berubah. Dalam proses hijrahnya, Caisar mengaku mendapatkan banyak rintangan. Cemoohan bahkan sangkaan mengikuti aliran sesat tidak luput menghampiri Caisar dan istrinya. Namun hal tersebut tidaklah menyurutkan semangatnya.

“Saya tidak terlalu memikirkan itu semua. Satu pertanyaan yang muncul di pikiran ini. Ketika cemoohan datang, apakah mereka bisa menyelamatkan saya di akhirat nanti?” ungkap Caisar.

Dikatakannya, kini ia merasakan hidup tanpa beban walau harta yang didapatkan tidak sebesar dulu ketika sering tampil di televisi.I a mengaku terpanggil untuk ‘pulang’ ke jalan Allah.  Kini ia lebih banyak menyibukkan diri di jalan dakwah Islam.

“Pengalaman adalah ilmu yang berhak diberikan kepada yang lain karena hidayah itu tidak datang begitu saja, namun dikejar” ungkapnya. [syahid/raehan/voa-islam.com]

– See more at: http://ift.tt/1E4jPro



from Dakwah Media http://ift.tt/1FMJgSX
via IFTTT
[Read more]

Hukum Seputar Onani

Posted On // 1 comment

Onani (istimnâ’) atau masturbasi adalah mengeluarkan sperma dengan sengaja bukan melalui jalan persetubuhan, baik dengan telapak tangan atau dengan cara yang lainnya.

Hukum onani bisa berbeda-beda tergantung fakta aktifitasnya.

Masturbasi/Onani dengan Istri

Onani dengan cara mencumbu istri (tidak melakukan jima’, misalnya ketika istri sedang haid) hukumnya boleh. Sebagaimana merujuk pada sebuah riwayat dalam Shahih Muslim kitab al-Haidh(646):

حَدَّثَنَا ثَابِتٌ عَنْ أَنَسٍ ، أَنَّ الْيَهُودَ كَانُوا، إِذَا حَاضَتِ الْمَرْأَةُ فِيهِمْ، لَمْ يُؤَاكِلُوهَا وَلَمْ يُجَامِعُوهُنَّ فِي الْبُيُوتِ، فَسَأَلَ أَصْحَابُ النَّبِيِّ النَّبِيَّ . فَأَنْزَلَ الله تَعَالَى: وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذىً فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ … إِلَى آخِرِ الآيَةِ. (البقرة الآية: 222) فَقَالَ رَسُولُ اللّهِ :اصْنَعُوا كُلَّ شَيْءٍ إِلاَّ النِّكَاحَ. [رواه مسلم]

Artinya: “Telah menceritakan pada kami Tsabit dari Anas ra. bahwa (suatu kebiasaan) orang-orang Yahudi apabila wanita-wanita mereka sedang haid, mereka tidak mau makan bersama-sama, bahkan tidak untuk tinggal serumah. Maka para sahabat bertanya perihal itu, lalu turun ayat: “Mereka bertanya tentang haid.Katakanlah: Haid itu kotor. Karena itu jauhilah wanita-wanita itu selama masa haid.” [QS. al-Baqarah (2): 222]. Lalu Rasulullah saw. bersabda: “Kamu boleh melakukan segala-galanya selain bersenggama.” [HR. Muslim]

Masturbasi dengan Tangan sendiri/Alat

Para Fuqaha berbeda pendapat tentang masturbasi dengan tangan sendiri/alat bantu.

Masturbasi kalau sekedar untuk memancing dan mencari kepuasan syahwat maka itu hukumnya haram. Alasannya firman Allah Ta’ala yang memerintahkan untuk menjaga kemaluan dalam semua perilaku, kecuali untuk istri dan budak yang dihalalkan (milku al-yamîn).

وَاَلَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ إلاَّ عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ فَمَنْ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ

Artinya: “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. Kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” [QS. al-Mu’minun (23): 5-7]

Sebagian kalangan Hanafiyyah, Syafi’iyyah dan Hanabilah berpendapat bahwa onani seperti ini hukumnya makruh tanzih, tidak sampai haram.

Adapun masturbasi untuk menentramkan dan menstabilkan syahwat yang terlanjur bergejolak yang dia khawatirkan akan terjatuh kepada perzinaan maka hukumnya boleh. Namun dalam salah satu riwayat Imam Ahmad hukumnya tetap haram walaupun dia khawatir terjatuh kedalam zina, solusinya bukan onani, namun puasa. Adapun menurut Madzhab Maliki hukumnya boleh ketika darurat, dan haram kalau ada jalan lain yakni puasa.

Selain itu terdapat pendapat lain dari beberapa sahabat, tabi’in dan ulama lainnya di antaranya: Abdulah bin Umar ra., Abdulah bin Abbas ra., Atha’, al-Hasan, dan Ibnu Hazm. Ibnu Abbas ra. dan al-Hassan membolehkannya. Sedang Abdulah bin Umar ra. dan Atha’ memakruhkannya. Ibnu Hazm berpendapat bahwa onani hukumnya makruh dan tidak berdosa, sebab seseorang menyentuh kemaluan sendiri dengan tangan kirinya hukumnya mubah sesuai dengan ijmak (kesepakatan para ulama). Jika memang mubah, maka hukum tidak akan berubah dari sifat mubah, kecuali sengaja mengeluarkan mani. (Fiqh as-Sunnah, vol. 3, h.424-426). Allaahu A’lam (M Taufik NT)



from Dakwah Media http://ift.tt/1dAxd04
via IFTTT
[Read more]

Tugas Terberat Seorang Suami

Posted On // 1 comment

Suami adalah pemimpin bagi diri, istri-istri, dan anak-anaknya. Kelak di akhirat, seorang suami akan dimintai pertanggungjawaban terkait amanah berat yang telah diambilnya itu. Apakah ia berhasil mendidik anak dan istri-istrinya hingga semakin dekat dengan Allah Ta’ala? Atau sebaliknya?

Maka menjadi suami adalah pilihan yang berat. Karenanya, harus dijalani dengan sebaik mungkin, sungguh-sungguh, berilmu dengan benar, dan komitmen untuk senantiasa menjalankan apa yang telah Allah Ta’ala perintahkan melalui al-Qur’an dan sunnah Nabi-Nya yang mulia.

Tugas utamanya adalah menjamin keselamatan seluruh anggota keluarganya; agar tak ada satu pun di antara mereka yang mencicipi atau dijebloskan ke dalam siksa neraka yang menyala apinya. Berat. Sungguh. Sebab menjamin diri sendiri saja tak mudah, apalagi menjamin orang lain?

Di antara jalan yang bisa ditempuh, adalah menghindari, menjauhi, dan membuang jauh-jauh maksiat dari dalam rumah yang menjadi madrasah pertama bagi anggota keluarganya. Seorang suami harus benar-benar peka terhadap jenis-jenis maksiat, kemudian menganulirnya tatkala mulai masuk ke dalam rumah, perlahan atau terang-terangan.

Maksiat adalah pangkal celaka. Inilah faktor utama yang menjadikan sebuah rumah gersang dari ketenangan, kekeringan keluarga dari makna cinta, juga kehambaran interaksi antara individu-individu yang bertemu dalam tiap jenak, setiap hari, di sepanjang usia kehidupan. Selain menjauhkan pelakunya dari Allah Ta’ala dan menabung dosa, maksiat juga bisa menjadi sumber utama keributan di dalam rumah tangga.

Maksiat bukan hanya terkait dosa besar selayak syirik, sihir, zina, dan sejenisnya; tetapi juga hal-hal yang nampak remeh berupa meninggalkan sunnah-sunnah keseharian yang dicontohkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

Karena itu, bentuknya bisa berupa; seberapa bersegeranya anggota keluarga laki-laki dalam mendatangi masjid saat adzan berkumandang dan anggota keluarga wanita dalam mendirikan shalat tepat waktu sesaat setelah masuk waktunya?

Yang lainnya, misalnya, bagaimanakah yang terjadi di dalam keluarga  dalam membiasakan sunnah salam, mendoakan yang bersin setelah memuji nama Allah Ta’ala, saling mengingatkan dan memotivasi dalam kebaikan, pun seberapa baik dan lembut antar masing-masing anggota kepada anggota keluarga lainnya.

Prosenya pun sangat panjang, selain jumlahnya yang amat melimpah. Karenanya, seorang suami harus memiliki komitmen untuk memulai dari dirinya sendiri, kemudian mengupayakan yang terbaik kepada keluarganya, dengan cara yang baik pula.

Dan, sembari menjalankan semua jenis ikhtiar-ikhtiar itu, yang terpenting adalah meminta kepada Allah Ta’ala. Sebab hanya dengan Pertolongan-Nyalah seorang suami dan keluarganya bisa menghindari dan jauh dari maksiat. [Pirman]



from Dakwah Media http://ift.tt/1GBWU7E
via IFTTT
[Read more]

Pejuang Lautan, Merintih di Celah Ombak

Posted On // 1 comment

Oleh: Utina Mimi

Siapa yang tidak tahu tentang keindahan dan kekayaan laut Indonesia. Bukan hanya oleh rakyat bangsa sendiri, hingga dunia pun menyadari. Indonesia dengan gelar ‘Zamrud Khatuliswa’ yang elok rupawan nan kaya raya. Bukan hanya agraris, bahkan di alam lautan juga memiliki harta yang melimpah ruah. Luas laut Indonesia mencakup 2/3 dari seluruh luas wilayah Indonesia, yaitu 5,8 juta km2. Di dalam lautnya tersimpan kekayaan alam yang luar biasa besarnya. Potensi sumber daya laut Indonesia tidak hanya berupa ikan dan terumbu karang, tetapi juga bahan tambang seperti minyak bumi dan berbagai jenis lainnya berada jauh di bawah permukaan laut.

Tentunya dengan potensi laut yang luar biasa, Indonesia akan mampu meningkatkan taraf kehidupan rakyatnya. Bukan saja cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, melainkan ‘dunia’ pun akan sanggup dibeli. Jika dilihat dari segi ikannya saja, berbagai jenis ikan dimiliki oleh negeri ini. Andai saja kekayaan ikan ini benar-benar dikelola dengan tepat, maka tidak ada lagi nelayan yang hanya menikmati bau amisnya ikan saja. Namun sayang, hal yang menakjubkan justru kita jumpai di negeri ini, yaitu rakyat yang miskin melimpah ruah pula. Para nelayan bukan hanya sekedar mendapat bau amis saja, melainkan mereka harus berlomba-lomba meraung bersama ombak lautan. Kebijakan pemerintah bukannya berusaha mereda raungan rakyat, melainkan justru kian membuat rakyat menjerit. Kenaikan harga BBM bukti nyata bahwa pemerintah tidak peduli dengan teriakan rakyat kecil. Padahal semua orang yang berpikir pasti tau bahwa BBM (solar) merupakan hal utama yang sangat mendasar dalam kegiatan melaut. Dengan harga BBM yang melambung tinggi, sementara pendapatan yang dihasilkan sedikit dan harus mengalami berbagai potongan pungutan.

Bahkan, pungutan pajak pun kian brutal. Maka para nelayan, bukan untung yang dicapai melainkan kerugian yang diraih. Akan tetapi, bagi pemerintah, suara rakyat kecil dianggap sampah yang mengganggu nafsu mereka, kebijakan-kebijakan yang dirancang justru memanjakan pihak asing.

Begitulah ‘wajah polos’ sistem negeri ini, rakyat hanya dijadikan sebagai tumbal demi kepentingan para perampok berdasi. Selalu berbicara dengan dalih untuk kesejahteraan rakyat, pada kenyataannya mereka sedang membunuh rakyat. Hingga pada akhirnya rakyat semakin jelata dan lebih menyakitkan bahwa, rakyat harus rela mati sementara kekayaan di depan mata dengan bebasnya dirampas oleh pihak asing.

Hal ini merupakan keadaan yang tidak wajar bahkan tidak masuk akal, ketika seseorang memiliki kekayaan yang luar biasa, akan tetapi dia dilarang untuk menikmatinya. Namun, begitulah kenyataan Indonesia saat ini. Pihak asing bersama dengan kaki tangannya yaitu para penguasa-penguasa khianat sedang merancang proyek besar untuk meracuni rakyatnya. Penjajahan secara ‘ghaib’ sedang terjadi, namun bahayanya benar-benar sedang merasuki tubuh negeri. [www.dakwahmedia.net]

Sumber : Fanspage FB Aceh Untuk Khilafah



from Dakwah Media http://ift.tt/1bgRBS4
via IFTTT
[Read more]

SATU NAFAS YANG SEBANDING DENGAN LEBIH DARI SEMILYAR TAHUN

Posted On // 1 comment

Ibnu Qudamah -rohimahulloh- mengatakan:

“Manfaatkanlah kehidupanmu yang berharga, dan jagalah waktumu yang bernilai tinggi -semoga Allah merahmatimu.

Ingatlah bahwa masa hidupmu itu terbatas, dan nafasmu itu terhitung, dan setiap nafas (yang keluar) itu mengurangi bagian dari dirimu.

Umur ini semuanya pendek, dan sisa dari umur itu tinggal sedikit, dan setiap bagian dari umur itu adalah mutiara berharga yang tiada bandingannya dan tiada gantinya, karena dengan kehidupan yang sedikit ini akan (didapatkan) keabadian yang tiada akhir; dalam kenikmatan atau dalam azab yang pedih.

Dan jika kau bandingkan kehidupan ini dengan keabadian yang tiada akhir itu, kamu akan tahu bahwa setiap nafas itu sebanding dengan lebih dari SEMILYAR tahun; dalam kenikmatan yang tak terbayangkan atau sebaliknya…

Maka, janganlah kamu sia-siakan umurmu -yang merupakan mutiara berharga itu- dengan tanpa amal, dan jangan sampai dia pergi tanpa ganti.

Bersungguh-sungguhlah agar setiap nafasmu tidak kosong dari amal ketaatan atau amal ibadah yang mendekatkanmu (kepada-Nya).

Karena seandainya kamu memiliki suatu perhiasan dunia saja; kamu akan merugi bila dia hilang, lalu bagaimana meruginya bila kamu menyia-nyiakan waktu-waktumu, dan bagaimana kamu tidak sedih karena umurmu hilang tanpa ada ganti?!”.

[Kitab: Ghidza’ul Albab 2/351].

Subhanallah… ternyata setiap nafas Anda itu sangat berharga sekali… Sudahkah Anda menghargainya sesuai dengan nilainya? Jawablah untuk diri Anda sendiri. [www.dakwahmedia.net]



from Dakwah Media http://ift.tt/1GJF0oF
via IFTTT
[Read more]

DIBALIK GEMPA NEPAL

Posted On // 1 comment

Beberapa waktu lalu sebelum terjadinya gempa, di Nepal diadakan upacara pembantaian hewan terbesar di dunia dengan tujuan untuk dipersembahkan kepada dewa2 mereka.

Jutaan pemeluk agama Hindu berduyun-duyun mendatangi lokasi upacara yang digelar tiap lima tahun sekali di Kuil Gadhimai, Dewi Kekuatan, di Bariyarpur, Nepal, yang berbatasan dengan India. Lebih dari 250.000 hewan dibariskan untuk dilakukan pembunuhan di upacara keagamaan Nepal. Kerbau, burung, dan kambing dikorbankan untuk menyenangkan dewa2 Hindu.

Festival tersebut diakhiri dengan ritual membunuh 5.000 kerbau di sebuah lapangan dekat kuil tersebut. Ritual itu selesai dilakukan selama dua hari. Hewan2 tersebut dibunuh tidak untuk dikonsumsi, melainkan untuk dijadikan sesajen bagi dewa2 mereka.

Namun kenyataannya apa yang dilakukan oleh mereka malah mengundang bencana bagi mereka. Mereka mengira perbuatannya bisa membuat dewa2 mereka senang, tapi justru sebaliknya, Allah menurunkan bencana berupa gempa yang menelan ribuan korban jiwa.

Kemana dewa2 mereka disaat terjadi bencana? Tuhan2 mereka tidak mampu mencegah bencana tersebut. Bahkan tuhan2 mereka tidak berkuasa sama sekali atas apa yg dikehendaki oleh Rabb Semesta Alam. Hal ini menunjukkan bahwa tuhan2 mereka tidak lain hanyalah kedustaan!!

Bertauhidlah wahai penduduk Nepal…
Ketahuilah bahwa menyembelih sesuatu untuk selain Allah adalah termasuk perkara kesyirikan. Apa yg telah mereka lakukan sama halnya dengan apa yg dilakukan oleh orang2 di zaman Jahiliyah dulu. Mereka menyembah tuhan2 selain Allah dan menyembelih kepada selain Allah. Allah murka atas apa yg telah mereka lakukan, dan menurunkan bencana untuk mereka.
Setelah mereka membuang2 rezeki, akhirnya sekarang mereka kelaparan…

Ibadah Menyembelih Hanya Untuk Allah

Allah Ta’ala berfirman :

قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”(Al An’am:162)

Makna nusuk adalah sembelihan atau kurban, yaitu melakukan taqarrub (pendekatkan diri) dengan cara mengalirkan darah. Dalam ayat ini Allah mneybutkan bahwa sholat dan menyembelih adalah termasuk ibadah sehingga harus ditujukan kepada Allah semata. (Lihat At-Tamhiid li Syarhi Kitabi at Tauhiid, 143, Syaikh Shalih Alu Syaikh).

Allah Melaknat Orang yang Menyembelih untuk Selain-Nya

Larangan menyembelih untuk selain Allah dipertegas juga dengan sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam berikut :

عن علي رضي الله عنه قال: حدثني رسول الله صلى الله عليه وسلم بأربع كلمات: (لعن الله من ذبح لغير الله، لعن الله من لعن ووالديه. لعن الله من آوى محدثاً، لعن الله من غير منار الأرض) [رواه مسلم].

Dari ‘Ali radhiyallahu’anhu, beliau berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpesan kepadaku dengan empat nasihat : “Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah. Allah melaknat anak yang melaknat kedua orang tuanya. Allah melaknat orang yang melindungi muhdits (orang yang jahat) /muhdats (pelaku bid’ah). Allah melaknat orang yang sengaja mengubah patok batas tanah.” (HR. Muslim 1978).

Jenis-Jenis Sembelihan:

1. Sembelihan Ibadah

Yakni seseorang yang menyembelih dalam rangka mendekatkan diri dan mengagungkan Allah Ta’ala. Semisal menyembelih al hadyu saat haji dan mneyembelih hewan kurban saat hari raya kurban.

2. Sembelihan Syirik

Yakni seseorang yang menyembelih dalam rangka mendekatkan diri kepada selain Allah dalam bentuk ibadah dan pengagungan. Model yang semacam ini banyak. Di antaranya menyembelih ditujukan kepada jin ketika membangun rumah, atau ketika membangun jembatan agar pembangunan berjalan lancar,dll. Termasuk juga menyembelih yang ditujukan kepada penghuni kubur, berhala, pohon yang dikeramatkan, dll.

3. Sembelihan Bid’ah

Yakni sembelihan yang tidak ada dasar syariatnya. Semisal menyembelih hewan saat sholat istisqa’, menyembelih saat perayaan acara Maulid,dll.

4. Sembelihan Mubah

Yakni sembelihan yang tujuannya untuk hal-hal mubah. Seperti menyembelih untuk dimakan dagingnya, untuk dijual dagingnya. Yang demikian ini hukumnya mubah. [Lihat Taisirul Wushuul ilaa Nailil Ma’muul bi Syarhi Tsalatsatil Ushuul 62-63, Syaikh Nu’man bin Abdil Kariim]

Semoga Allah ‘Azza wa Jalla senantiasa membimbing kita di atas jalan tauhid dan menjauhkan kita dari dosa-dosa syirik. Wa shalallahu ‘alaa Nabiyyina Muhammad. [www.dakwahmedia.net]



from Dakwah Media http://ift.tt/1GHGEEu
via IFTTT
[Read more]